Aku lupa, kapan kejadian ini, tapi yang jelas masih bulan agustus 2009 kemarin.
Saat itu aku dan temanku, sedang membeli makanan ke sebuah toko di kawasan Balige, Sumatera Utara. Sambil memilih-milih makanan yang mau dibeli, perhatianku tiba-tiba tertuju kepada pengunjung yang baru saja memasuki toko makanan tersebut. Seorang Ibu dan putrinya, yang umur putrinya mungkin sekitar 10 – 11 tahun.
Entah kenapa, aku begitu tertarik untuk memperhatikan mereka. Tiba-tiba aku dengar percakapan mereka seperti ini:
Ibunya : Mau kue yang mana?
Putrinya : Yang itu! (Sambil menunjuk sebuah kue keju)
(Ibunya bertanya kepada si penjaga toko)
Ibunya : Berapa yah, harga kue itu? (Sambil menunjuk kue keju tadi)
Penjaga toko : Tiga ribu ibu!
(Si Ibu terdiam sebentar, kemudian pamit)
Aku tetap memperhatikan merekan mereka sampai keluar dari toko. Dengan penuh kasih sayang dan kelembutan, si Ibu merangkul putrinya, mencium keningnya, dan mengajaknya pulang. Si Putri tadi hanya bisa menahan keinginannya untuk makan kue keju Rp.3000, sambil berat hati dia pun melangkah mengikuti ajakan ibunya. Ada kesedihan di matanya, kala menatap kue keju tersebut.
Setelah mereka berlalu, aku memberitahukan kejadian itu kepada temanku. Dan setelah itu aku mulai berpikir, betapa seringnya kita membeli sesuatu dengan gampang di atas Rp.3000, bahkan mungkin ada saja orang-orang yang meletakkan uang Rp.3000 di rumahnya dan tidak peduli. Padahal, ada orang-orang seperti Ibu tadi, yang bener-bener tidak sanggup lagi untuk membeli sepotong kue keju dengan harga Rp.3000.
Si ibu tersebut mungkin harus berjuang keras untuk bisa membeli sepotong kue tersebut. Dan paling mengagumkan adalah ketegaran hati si putrinya tersebut. Dia tidak seperti kebanyakan anak-anak yang jika keinginannya tidak dikabulkan lantas jadi marah, merajuk, bahkan menangis di depan umum.
Dari pengalaman tersebut, aku ambil kesimpulan bahwa, dari sekarang, marilah kita menghargai apa yang ada pada kita, biarpun itu mungkin terlalu sederhana dan mudah kita dapatkan, marilah kita menghargainya sebagai sebuah berkat. Dan semoga orang-orang yang berkekurangan di dunia ini, dicukupkan oleh Dia.